EKOSISTEM DAN KOMPONEN DI DALAMNYA- KHAIRUNISA TIARA SABRINA

 Apa saja komponen yang terdapat di dalam ekosistem?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai komponen yang terdapat di dalam ekosistem, kita harus mengetahui dulu tentang ekologi. Istilah ekologi berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos dan logos. Istilah ini mula-mula diperkenalkan oleh Ernst Haeckel pada tahun 1869. Ekologi berasal dari kata Yunani oikos, yang berarti rumah dan logos, yang berarti ilmu/ pengetahuan. Jadi, ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik (interaksi) antara organisme dengan alam sekitar atau lingkungannya 

Komponen dalam ekosistem

        Komponen penyusun ekosistem dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: 

a) Komponen Biotik yaitu bagian dari suatu ekosistem yang terdiri atas makhluk hidup. Berdasar fungsi di dalam ekosistem, komponen biotik dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu produsen, konsumen, dan decomposer (pengurai). 

    ProdusenSemua produsen dapat menghasilkan makanannya sendiri sehingga disebut organisme autotrof. Sebagai produsen, tumbuhan hijau mnghasilkan makanan (karbohidrat) melalui proses potosintesis. Makanan di manfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri maupun makhluk hidup lainnya. Dengan demikian produsen merupakan sumber energi utama bagi organisme lain, yaitu konsumen.

    Konsumen, Semua konsumen tidak dapat membuat makanan sendiri di dalam tubuhnya sehingga disebut heterotrof. Mereka mendapatkan zat-zat organik yang telah di bentuk oleh produsen, atau dari konsumen lain yang menjadi mangsanya.

    Dekomposer, Kelompok ini berperan penting dalam ekosistem. Jika kelompok ini tidak ada, kita akan melihat sampah yang menggunung dan makhluk hidup yang mati tetap utuh selamanya. Dekomposer berperan sebagai pengurai, yang menguraikan zat- zat organik (dari bangkai) menjadi zat-zat organik penyusunnya.

b) Komponen abiotik yaitu bagian dari suatu ekosistem yang terdiri dari makhluk tak hidup. Seperti halnya dengan komponen biotik, peran komponen dalam menjamin kelangsungan organisme dan terciptanya keseimbangan ekosistem sama besarnya. Komponen abiotik terdiri atas cahaya, udara, air, tanah, suhu, dan mineral. Saling ketergantungan antar komponen ekosistem. 

        Dari komponen biotik dan abiotik terbentuklah hubungan timbal balik yang akan membentuk suatu :

a) Individu mempunyai sistem kekompleksan individual yang terdiri dari sistem pengaturan tingkat sel, tingkat jaringan, tingkat organ dan sistem organ. Individu-individu ini berinteraksi membentuk kelompok yang disebut populasi.

b) Populasi adalah sekelompok organisme satu spesies yang mendiami suatu tempat, memiliki ciri atau sifat khusus populasi/kelompok dan bukan ciri individu. Ciri-ciri tersebut antara lain: kerapatan, natalis (angka kelahiran), mortalitas (angka kematian), penyebaran umur, potensi biotik, dispersi, pertumbuhan dan perkembangan.

c) Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi. Di alam terdapat bermacam-macam komunitas yang secara garis besar dapat dibagi dalam dua bagian yaitu: 1) Komunitas akuatik. Komunitas ini misalnya yang terdapat di laut, di danau, di sungai, di parit atau di kolam. 2) Komunitas terrestrial. Yaitu kelompok organisme yang terdapat di pekarangan , di hutan, di padang rumput, di padang pasir, dll

d) Pengertian ekosistem secara luas adalah hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya (biotik dan abiotik), masing-masing bersifat saling mempengaruhi dan diperlukan keberadaannya untuk memelihara kehidupan yang seimbang, selaras dan harmonis. 

e) Menurut Mcknight (1984 : 253) Biosfer adalah bahwa biosfer terdiri atas individu - organisme  tanaman dan hewan – dan jumlahnya yang sangat banyak dan beragam.

Agar lebih mengerti lagi mengenai komponen serta interaksi yang terjadi antara makhluk hidup dan makhluk tak hidup dalam suatu ekosistem, dapat ditonton video berikut :






Sumber :

Maknun, D. 2017. Ekologi : Populasi, Komunitas, Ekosistem. Cirebon : Nurjati Press.

Sitanggang, N. D. H., & Yulistiana. 2015. Peningkatan Hasil Belajar Ekosistem Melalui Penggunaan Laboratorium Alam. Jurnal Formatif. Vol. 5 No. 2. Hal 159. 

Komentar